Ramadhan Tahun ini

Selasa pagi tanggal 2 September 2008. Hari kedua puasa Ramadhan 2429 H. Alhamdullilah pagi ini masih puasa. Semoga selama 1 bulan puasa dapat kulakukan, amin. Tak lupa Selamat Menjalankan Puasa Ramadhan bagi teman-teman yang menjalankan. Semoga amal ibadah kita diterima, amin.
Bingung juga mau nulis apa, barusan sudah posting c,namun masih pengen nulis lagi.

Bicara bulan Puasa, semua belomba-lomba mendapatkan berkah-Nya. Manusia-manusia yang biasanya tak pernah solat, tak pernah menginjak lantai mushola, tiba2 menjadi rajin ibadah. Yach Ramadhan emang penuh berkah. Tak ada bulan yang seindah dan seberkah bulan Ramadhan. Tapi ada juga manusia-manusia yang jika biasax kerap berbuat maksiat, di bulan yang suci ini tetap melakukan maksiat, tidak puasa dan dengan banggax bilang “buat apa puasa? emang ada manfaatx?? makan aj enak, ngapain puasa segala??”. Sungguh tak disangka, ternyata masih ada orang yang seperti mereka. Namun semoga Allah memberikan kesadaran kepada mereka, amin.

Bukanx berlagak sok alim, terus terang aku sendiri bukan orang yang rajin ibadah. Namun tak ada salahx kan jika dibulan yang suci dan penuh berkah ini mencoba untuk mendekatkan diri? Mencoba menenangkan diri, mencoba mendapatkan kebenaran akan segala doktrin agama yang selama ini sering diterapkan. Untuk dapatkan ketenangan dan ketentraman. Sebenarx itu bisa dilakukan selain di bulan suci ini, namun karena bulan ini berbeda dengan bulan yang lainx, perasaan ini sangat nikmat saat kurasakan semua ketenangan dan ketentraman ini. Diriku yang bisa kukontrol, emosiku yang bisa kubatasi. Tenang, tanpa ocehan dan pekikan berbau 4kaki.

Tak seperti puasa tahun2 yang telah lewat, kuingin puasa tahun ini menjadi berarti. Tak sekedar menahan lapar namun menjadi sebuah media tuk mendekatkan diri dan menguji batas emosi diri. Bukan sekedar emosi marah, namun segala emosi yang kumiliki. Yang kadang tak bisa kukuasai. Semoga dibulan ini, kudapat menguasai emosi ini. Kadang ku yang jarang shalat, hanya rajin saat dirumah, kalau dkosan hanya kadang2. Semoga ku bisa mengubah itu semua, ku memang nakal, namun nakal yang kuinginkan adalah nakal yang terkendali. Yang mempunyai batas diri, yang masih mempunyai nurani. Ga sekedar nakal yang tak berarti. Kuingin hidup ini makin berarti. Amin.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s